Langsung ke konten utama

Pedih yang sangat menyakitkan..

Entah dimana dan entah sampai kapan, kepedihan yang selalu menemani akan tetap setia mengiringi jejak langkah yang kuukir di bumi Allah ini. Kadang saat sakit yang amat sangat itu datang, aku tak lagi mampu menatap mentari, sampai tak berani berharap, akankah kulihat lagi esok pagi?atau cukup sampai hari ini.



Di tengah perjalanan yang kulalui, hadir sesosok hati yang amat sangat setia, menemani langkah kaki, menguatkan dekap hangat saat tubuh ini mulai beku. Perlahan namun pasti, rasa itu amat berarti, sampai suatu hari dia pergi, meninggalkan diri dan langkah yang belum pasti.


Kembali, kurasakan sakit yang amat sangat menyakitkan, menambah pilu rasa dan menambah ngilu luka.


Tuhan, sampai kapan aku akan terus menanti, menunggu harap yang tak pernah pasti, sampai aku tak berani berharap lagi, akankah bahagia itu menemani. Tuhan, hari ini aku melangkahkan kaki, menuju gerbang masa depan, namun aku masih disini mengetuk pintu-Mu tuk mengharap segala doa akan terkabulkan.



Hari ini Tuhan, aku tak lagi berani berharap, bahwa bahagia itu akan tanpa usaha, bahwa bahagia itu akan tanpa pengorbanan, bahwa bahagia itu akan tanpa sebuah luka. Banyak tlah kutemukan, banyak tlah kurasakan bahkan banyak tlah ku sembuhkan, setiap goresan luka yang perlahan menganga, kadang tak kunjung sembuh meski waktu tlah cukup lama berlalu, sampai aku pernah berputus asa dan biarkan luka itu semakin menyakitkan.


Hingga suatu hari, aku melangkah lagi dalam langkah yang lebih pasti, dalam langkah yang tak pernah perduli lagi, aku menemukan sebentuk bahagia yang lama menghilang.



Terkubur dalam dendam yang lama kusimpan, perlahan ku kikis setiap dendam yang tersisa, hingga suatu saat akan kutemukan bahagia itu dalam hakikat kesejatiaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Ending's Story ....

Abis workshop... seperti kebiasaan mereka(baru tau), ada party...sekitar jam 5 an lah... ampe isya...yah gitu lah partynya mereka... trus pas tanggal 20 nya be2 presentasi di depan para profesor n doctor yang ada di nagoya, sebenarnya gak gitu grogi, tapi karena ada yang dari ogasa n JICA, jadinya grogi juga.... ada zie disana, nyampe nya sebelum kita presentasi... jadi zie juga ikutan hadir dalam seminar kami. Pulang nya kami jalan2 dulu, malam baru nyampe rumah.... zie nginap di apartemen bareng kita be2... trus besoknya jalan2, cuci mata... hari jumat sebelum pulang nyempatin diri ke Fukui.. ngunjungin meseum dino... trus sabtu nya baru pulang.... Akhir nya selesai juga....

Kampus Yang "Unik"

Entah lah.. Awal menulis setelah vakum(mencutikan diri) adalah segala sesuatu tentang kampus yang unik kalo tak boleh dibilang aneh. Bagaimana tidak.. biasanya untuk bisa kuliah cukup dengan membayar SPP dan mengisi KRS, tak perlu online2 an karena itu bisa dilakukan kapan saja selama masih dalam tahap batas akhir pembayaran SPP. Jadi kalo SPP belum dibayarkan maka Online pun tidak diisi. Nah.. Disini lah masalahnya, awalnya tak menjadi soalan jika online telat, karena bisa disusul pada masa KPRS, semester ini entah karena Pejabat baru di Dekanan hingga semua ikut berubah menjadi tak berbentuk jelas..(bahasanya..:P). Jadi pengen memaki, tapi tak mungkin dilakukan karena penuh dengan resiko ikut "bunuh diri" he..he..pengen marah2 juga gak tau harus marah ke siapa, ah hidup ternyata memang aneh ya. Teman2 yang ketinggalan info ini mencoba menghadap ke pihak dekanan, berharap ada sedikit toleransi mengingat mereka bukan lagi mahasiswa baru, malah rata2 sudah mau TA, ternyata tan...

Kesyukuran yang ingin ku ungkapkan pada-Nya

Setelah sekian banyak hari yang kujalani Setelah banyak mimpi yang diraih perlahan Setelah semua impian yang terwujudkan Hari ini aku merasa begitu memahami Semua yang berlaku dalam hidupku Memiliki hikmah tersendiri Memiliki makna yang amat sangat dalam Dulu mungkin aku pernah bertanya Mengapa ini terjadi padaku Apa yang harus aku lakukan Namun kini Aku memahami bahwa inilah duniaku Meski tanpa orang yang paling kusayang Meski begitu banyak kepahitan demi kepahitan Perih demi perih, hingga luka demi luka Kini ku kan mulai melangkah dengan lebih mendekatkan diri pada-MU Thank's buat semua orang yang menyayangiku hingga saat ini