Langsung ke konten utama

pemaksaan atau kewajiban kah?

Entahlah, akhir-akhir ini, dengan banyak masalah-masalah , hidupku terasa tambah rumit. Mungkin menurut sebagian orang, hidup tanpa masalah dan risiko adalah tidak hidup, tapi jujur, aku lelah dengan hidup yang seperti ini. Hidup dengan dua pilihan yang sama-sama rumit. Jika aku berhenti sekarang, aku harus kehilangan orang yang sangat kuharapkan bisa menemani perjalanan hidupku nantinya, tapi jika aku diam pun dan membiarkan semua terus berjalan, aku tak tega melihat kesusahannya. Lalu aku harus apa?

Kadang dalam kondisi begini, seringkali terlintas keinginan untuk pergi, membiarkan mereka berpikir untukku, membiarkan mereka yang mengatur semua itu. Selalu , tarikan nafas panjang ini yang ada, hanya itu.

Lalu dimana hakku sebagai manusia bebas? Yang tidak ingin hidupnya terus menerus diatur dengan aturan-aturan yang menyesakkan dada.

Dimana hakku sebagai perempuan yang bebas memilih sesuai dengan keinginan hatinya,
atau ketika berhadapan dengan adat semua itu harus diabaikan?

Ah, penat rasanya ketika keinginan untuk berbicara harus diredam hanya karena posisiku ada di bawah nya, selalu harus menuruti keinginannya, lalu kapan aku bisa menuruti keinginanku?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Ending's Story ....

Abis workshop... seperti kebiasaan mereka(baru tau), ada party...sekitar jam 5 an lah... ampe isya...yah gitu lah partynya mereka... trus pas tanggal 20 nya be2 presentasi di depan para profesor n doctor yang ada di nagoya, sebenarnya gak gitu grogi, tapi karena ada yang dari ogasa n JICA, jadinya grogi juga.... ada zie disana, nyampe nya sebelum kita presentasi... jadi zie juga ikutan hadir dalam seminar kami. Pulang nya kami jalan2 dulu, malam baru nyampe rumah.... zie nginap di apartemen bareng kita be2... trus besoknya jalan2, cuci mata... hari jumat sebelum pulang nyempatin diri ke Fukui.. ngunjungin meseum dino... trus sabtu nya baru pulang.... Akhir nya selesai juga....

Kampus Yang "Unik"

Entah lah.. Awal menulis setelah vakum(mencutikan diri) adalah segala sesuatu tentang kampus yang unik kalo tak boleh dibilang aneh. Bagaimana tidak.. biasanya untuk bisa kuliah cukup dengan membayar SPP dan mengisi KRS, tak perlu online2 an karena itu bisa dilakukan kapan saja selama masih dalam tahap batas akhir pembayaran SPP. Jadi kalo SPP belum dibayarkan maka Online pun tidak diisi. Nah.. Disini lah masalahnya, awalnya tak menjadi soalan jika online telat, karena bisa disusul pada masa KPRS, semester ini entah karena Pejabat baru di Dekanan hingga semua ikut berubah menjadi tak berbentuk jelas..(bahasanya..:P). Jadi pengen memaki, tapi tak mungkin dilakukan karena penuh dengan resiko ikut "bunuh diri" he..he..pengen marah2 juga gak tau harus marah ke siapa, ah hidup ternyata memang aneh ya. Teman2 yang ketinggalan info ini mencoba menghadap ke pihak dekanan, berharap ada sedikit toleransi mengingat mereka bukan lagi mahasiswa baru, malah rata2 sudah mau TA, ternyata tan...

Kesyukuran yang ingin ku ungkapkan pada-Nya

Setelah sekian banyak hari yang kujalani Setelah banyak mimpi yang diraih perlahan Setelah semua impian yang terwujudkan Hari ini aku merasa begitu memahami Semua yang berlaku dalam hidupku Memiliki hikmah tersendiri Memiliki makna yang amat sangat dalam Dulu mungkin aku pernah bertanya Mengapa ini terjadi padaku Apa yang harus aku lakukan Namun kini Aku memahami bahwa inilah duniaku Meski tanpa orang yang paling kusayang Meski begitu banyak kepahitan demi kepahitan Perih demi perih, hingga luka demi luka Kini ku kan mulai melangkah dengan lebih mendekatkan diri pada-MU Thank's buat semua orang yang menyayangiku hingga saat ini