Langsung ke konten utama

Postingan

Hari Pertama dan selanjutnya ^-^ .....

Jam 1.30 abis jumat.. P'Irwan baru aja pulang jumatan, sambil menyerahkan amplop "pinjaman" karena agak susah nuker rupiah, rencananya diganti ntar waktu Kimata Sensei ngasi dana transportasi yang dijanjikan itu, beliau nanya "gimana cerita'a?" (lupa bilang, kalo sebelum beliau jumatan tadi aku disuruh nulis pengalaman ku waktu Tsunami 2004 lalu), "belum kelar pak, ntar aja ya disambung lagi, kan mau pergi" aku mencoba toleransi waktu dikit, tapi P'Irwannya gak ngijinin, "gak pa-pa" katanya, "kan pergi jam 2, jadi sekarang saya ama sella dan nani mau ke toko dekat kampus dulu mo beli sesuatu, pu3 lanjut aja dulu ya". Akhirnya jadilah 3 ditinggal untuk ngelanjutin cerita itu, gak lama sih, paling cuma 15 menitan, sebelumnya p'Irwan bilang ceritain ampe mulai kul lagi, tapi berhubung waktunya gak tepat jadinya cuma siap satu hari aja, itu pun dah panjang banget, janjinya sih nyampe aceh disambung lagi (tapi sampe sekarang ...

Pedih yang sangat menyakitkan..

Entah dimana dan entah sampai kapan, kepedihan yang selalu menemani akan tetap setia mengiringi jejak langkah yang kuukir di bumi Allah ini. Kadang saat sakit yang amat sangat itu datang, aku tak lagi mampu menatap mentari, sampai tak berani berharap, akankah kulihat lagi esok pagi?atau cukup sampai hari ini. Di tengah perjalanan yang kulalui, hadir sesosok hati yang amat sangat setia, menemani langkah kaki, menguatkan dekap hangat saat tubuh ini mulai beku. Perlahan namun pasti, rasa itu amat berarti, sampai suatu hari dia pergi, meninggalkan diri dan langkah yang belum pasti. Kembali, kurasakan sakit yang amat sangat menyakitkan, menambah pilu rasa dan menambah ngilu luka. Tuhan, sampai kapan aku akan terus menanti, menunggu harap yang tak pernah pasti, sampai aku tak berani berharap lagi, akankah bahagia itu menemani. Tuhan, hari ini aku melangkahkan kaki, menuju gerbang masa depan, namun aku masih disini mengetuk pintu-Mu tuk mengharap segala doa akan terkabulkan. Hari ini Tuhan, a...

Hari Pertama Yang Belum Usai

Abis makan, kita semua balik lagi ke kampus, trus duduk2 bentar. Setelah nge chat n buka2 email pake laptop kampus, kami pun diantar pulang tuk mindahin bagasi. Pake mobilnya p'Irwan, kami diantar pulang ke apartemennya teh Santi yang kebetulan lagi gak dirumah. Gak lama sih dirumah, cuma beberes bentar, trus diajak teh sella buat nyari seprei. Muter2 di jasco(salah satu mall di sana), nyari seprei, liat2 kimono, sumpit, n banyak lagi, sama lah ama super market kita. Paling bedanya, belanjaan kita harus diisi sendiri abis dibayar. Malam jam 8, kami ditunggu p'Irwan buat makan malam, baik banget bapak yang satu ini, begitu perhatiannya. Begitu sampe, langsung ditanyain, "gimana pu3 udah baik belum?", ntar kita bisa kok nyari obat di TU, kalo gak besok kita ke RS"(segitu baiknya sampe gak enak perasaan karena udah ngerepotin banget). Sehabis makan malam, kita langsung ke TU, ngambil obat n langsung disuruh minum, diingetin lagi besok diminum juga ya. Pulang ke ruma...

Perjalanan......

Dah nyampe di Nagoya, pagi jam 07.10 (waktunya Nagoya), setelah menunggu sekitar 2 jam an jadilah kami dijemput ama pak Irwan Meilano (dosen ITB yang lagi S3 di Nagoya). Setelah berkenalan dengan istri beliau tercinta (cieee....), kami menuju parkiran di lantai paling atas gedung bandara ini, begitu keluar dari ruang bandara barulah terasa banget suhu 4 derjatnya karena perjalanan menuju parkiran tak lagi dibentengi dinding2. Bener2 menyiksa tubuh yang hanya dibungkus sehelai kemeja tipis dan jaket alakadarnya. Mana dari semalam di pesawat hidung udah meler duluan (lengkaplah sudah penderitaan), sangat amat menyedihkan... Di mobil kami disuguhi teh hangat yang dibeli dari mesin di sebelah luar parkiran, heran juga, kok bisanya ada yang hangat, biasanya kan minuman kaleng mesinan itu pada dingin semua, atau karena musim dingin jadi mesinnya dibuat dwi fungsi, ah..gak ngerti jugalah(maklum bukan anak teknik mesin). Di mobil kami di beri pertanyaan2 singkat, layaknya baru pertama kenal, y...

Perjalanan 10 hari itu...

Sebenarnya ini gak rencana di post kan, tapi berhubung banyak yang "memaksa", akhirnya diposting juga lah. Tepatnya 14 maret kemarin, setelah hampir 2 bulan bersusah payah mengurus segala keperluan, jadilah hari rabu itu aku menginjakkan kaki di bandara SIM, untuk berangkat ke negeri sakura (nyusul zizah niatnya :P). Tepat jam 10.40 pagi itu aku be2 ma Nani menaiki garuda untuk memulai perjalanan 10 hari di negeri sakura(walo pada akhirnya gak ketemu ama sakura, karena keburu pulang). Perjalanan mulanya dilalui dengan agak khawatir, maklum ada wanti2 kalo pengurusan bebas fiskal itu agak rumit, akhirnya sesampai di Polonial Medan, be2(pu3 & Nani) langsung ngurus segala sesuatu yang berhubungan dengan keperluan fiskal, padahal masih harus nunggu 3 jam lagi lho. Ya akhirnya, setelah melewati pengurusan yang gak serumit yang dikhawatirkan, jadilah kami menaiki pesawat menuju Kuala Lumpur untuk transit lagi, disana nunggu lumayan lama sekitar 6 jam, tapi gak nyusahin, karena...

Sebuah Impian Yang Terwujud

Dulu... jauh sebelum hari ini, pernah terlintas ingin pergi kemana saja bersama, meskipun ke luar negeri sekalipun. Entah memang sedang beruntung atau Tuhan mengabulkan segala permohonan yang tulus, impian itu tercapai..pergi bersama, berkumpul lagi dengan sahabat hati, meski hanya untuk 10 hari saja... Ada beberapa impian yang terwujud hari ini, beberapa lagi mungkin esok, dan yang lain mungkin di masa depan...hari ini..hanya teriring doa dan ungkapan terima kasih yang sangat banyak pada Mu pemilik Kasih Sayang yang mencurahkan kasih sayang Nya untukku.

Wanita ingin dimengerti????????

Benarkah wanita ingin dimengerti????? mari sama-sama kita koreksi tentang kebenaran ingin dimengerti atau dipahami atau mungkin wanita terlalu pengertian karena terlalu sering pake' perasaan.... Mampukah kita mengerti akan ibunda tercinta, sobat tersayang, rekan seperjuangan ato adinda terkasih???? Mengerti untuk senyumnya, biasanya senyum identik dengan bahagia, tapi kadang wanita lebih banyak tersenyum saat hatinya sangat sedih, karena baginya jika ada air mata akan membuat sekitar terbebani. Mengerti air matanya, mungkin heran, air mata perempuan akan mudah mengalir saat bahagia, menikah, menyambut kelahiran bayinya, melihat anak-anaknya berhasil. Dan jangan heran kenapa tidak ada air mata di mata perempuan ketika beban berat menghimpit, karena ia tidak ingin semua luruh dalam berat beban itu. Mengerti cerewetnya, pertanyaan-pertanyaan kecilnya yang mungkin dianggap tidak penting, tapi lahir dari hatinya karena rasa sayang. Mengerti untuk diamnya, dalam diam mencoba me...